Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca walaupun hanya sedikit...
Sabtu, 31 Desember 2011
Karena itu, Maknailah hidup ini dengan sebenar-benarnya..agar ketika “Panen” akan terasa “Buahnya”.
Terheran memahami kehidupan, tapi jgn ikut terlena didalamnya. Berdirilah didepan “Kaca” dan katakan pada dirimu sekarang, apa yg suda kau lakukan di sisa umurmu. Suda ada bekal kah di kantong perjalananmu ini untuk menuju kehidupan abadimu? Berapakah usiamu sekarang? Adakah sesuatu yg bisa kau bawa untuk menuju pada-Nya dan menemui-Nya?
“Tidak ada suatu kata yg diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yg selalu siap (mencatat) (Al-Qaff : 18)
Saya terheran kepada sekelompok “mereka”, bagaimanakah mereka memaknai hidup. Sesungguhnya kehidupan di dunia ini hanyalah “sendau gurau” semata dan tak ada yang “abadi”. Hanya orang2 yang diberi “Hidayah” dan “Taufiq” yg bisa untuk memebedanya. Dan semoga kita termasuk didalamnya. Lihatlah mereka, yg sekarang ini menyambut “Tahun Baru” dg berhura-hura, berjalan2 ke Mall, merelakan uangnya untuk membeli petasan, hanya demi memeriahkan tahun baru, berdansa dan bersorak ditengah jlan, bergandeng2an dg yang bukan “mahromnya”, dan masih banyak hal bodoh dan tak bermanfaat yg mreka lakukan hny demi persembahan pd tahun baru “Masehi”. Saya pun blum tentu trmasuk org yg benar, tetapi diri ini hny ingin mengingatkn dan terus saling mengingatkan.
Andai mreka lebih “paham” bahwa masih banyak orang lebih membutuhkan uang2 yg dibuang itu u/ sesuatu yg jauh lbh brmnfaat, maka bukan “tidak bermakna” lg maknanya. Dunia ini memang saling berlwanan, ada lelaki perempuan, siang malam, kebaikan keburukan, kebenaran kesalahan, dll. Andai tidak berlawanan maka semua makna yg ada pasti akan menjadi tidak bermakna.
Andai mreka yg berhura2 itu tersadar…”ANDAI”
Lihatlah banyknya kaum yg tak mampu yg lbh membutuhkan uang yg kalian buang,,,datangilah Rumaskit betapa banyak mereka yg butuh uluran kalian, betapa banyak jiwa yg tak mampu memabayr pengobatannya dan pd akhirnya dipulangkan, Datanglah ke pemukiman2 kumuh betapa banyak orang2 yg tak mampu makan sesuap nasi..datangilah pengemis2 jlanan serta anak2 jalanan…dan masi banyak ”andai-andai” kebaikan yg lain. Andai mereka yg menghambur ungnya itu memnftkn u/ yg lbih baik, pasti semua akan “bermakna”.
“Maka adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sungguh, nerakalahtempat tinggalnya.” (QS. An-naazi’aat : 37-39).
Ya Alloh, kami berdoa…di sisa umur yg tak tahu berapa th lg, berapa bulan lg, berapa hari lagi, berapa jam lg, berapa menit lg, brpa detik lg, dan sepersekian detik lagi…
Masukkanlah kami dalam golongan org2 yg baik & benar dan tunjukilah kami Shiroth yg lurus agar kami tidak membelok dan Engkau murkai kami..
Terimalah sgala amal yg telah kami lakukan agar tdk ada kesia-siaan sperti tegaknya benang basah..
Berikanlah Nur pada hati kami yg kelam Ya Robb…sehingga akan ada sinar yg terus menuntun pendakian kami menuju pada-M u..
Sabtu, 15 Mei 2010
UNTUK SAUDARIKU YANG TELAH BERUBAH...
Demi Alloh Dzat yang Maha Agung…Hamba bersaksi dengan kesaksian hamba bahwa Engkau adalah Alloh. Tiada Illah selain Engkau. Tiada daya dan kekuatan selain Engkau yang memiliki. Dan Engkaulah yang Maha Esa, tidak beranak tidak pula diperanakkan.
Ya Alloh Robb yang menguasai hati seluruh ummat…futurnya iman akan semakin bertambah kala seorang hamba jauh dari-Mu. Nasehat akan dianggap angin berlalu saat hati sedang terkunci. Di dunia ini selalu ada hal yang berlawanan. Kebajikan selalu berlawanan dengan keburukan. Tapi selalu saja suatu keburukan itu dominan memberi kenikmatan bagi yang terkunci hatinya..
Wahai saudaraku, Dunia ini hanyalah suatu fenomena. Bayang kefanaan berlumur kenikmatan yang megah selalu mengejar kita. Janganlah terkecoh dengan persinggahan sementara ini. Akhirat nantilah kampung abadi kita. Dan sudah siapkah kita menuju kesana. Bekal apa sajakah yang sudah kita bawa???
Bukankah Rasululloh pernah bersabda bahwa sesungguhnya orang yang cerdas adalah orang yang sering mengingat mati dan mempersiapkan bekal untuk kematiannya.
Seseorang yang kuat imannya tak kan selalu bisa berada pada puncak, suatu saat pasti akan ada waktu kala dia terdampar. Futurnya hati dan iman pasti akan pernah kita alami. Masalah sebagai ujian hidup akan selalu bergilir dan tinggal diri inilah yang memfonis apakah bisa ujian itu diubah sebagai nikmat ataukah sebagai musibah. Untuk mengubahnya menjadi suatu nikmat pastilah bukan sesuatu yang mudah. Perlu tertanam kesabaran dan rasa syukur terlebih dulu untuk menggapainya.
Setiap diri pasti akan diuji sesuai kadar imannya…
Alloh saat diri ini benar-benar lelah ingin sekali hamba bersandar kepada-Mu. Mengadu atas segala permasalahan ini. Mencoba untuk bersabar bagi yang tidak terbiasa sabar memang sangatlah susah…untuk saudariku yang selama ini setia menemaniku aku bersyukur pernah bisa menjadi sahabatmu tapi diri ini juga kecewa karena perubahanmu. Seakan memang diri ini benar-benar tidak berguna karena sudah tidak bisa mengingatkanmu lagi.
Mengapa, kulihat engkau tekun berbuat dosa?
Apakah engkau merasa aman dari beratnya hisab
Jangan lalai, sepertinya harimu telah datang
Bisa jadi usiamu telah dekat dan tiba
Tapi kenapa engkau tak jua ingat akan hal ini?
Engkau yang dulu sudah mulai berubah untuk rajin beribadah kenapa sekarang malah semakin menjauh dari-Nya
Sholat subuh pun sering engkau tinggalkan hanya demi bercengkerama dengan kekasih duniamu
Telfon dari orang yang bukan MAHROM-mu pun engkau layani meski itu sudah lewat tengah malam
Dan dengan suara yang mendayu serta mendesah engkau layani telfonnya hingga engkau benar-benar tak pedulikan waktu
Kau juga tak bisa hormati aku sebagai sahabatmu lagi, seakan saat ini aku memang tak ada bagimu
Engkau biarkan waktu shubuh terlewat hanya demi menerima telfon dari yang bukan mahrommu
Engkau biarkan waktu shubuh berlalu, tak ingat akan kewajibanmu untuk menunaikan pangggilannya meski diri ini sudah mengingatkan
Saat kau tertidur pulas, panggilan adzan bergema tapi kau tak jua bangun tapi kenapa disaat yang sama adzan berkumandang dan deringan telfon berbunyi engkau lekas bangun dan mengangkat telfonnya dan melewatkan waktu subuhmu, sehingga engkau tak menunaikan waktu shubuhmu
Nasihat pun tak pernah engkau dengar, mungkin aku yang saat ini hanya angin berlalu bagimu
Tak hanya sholat shubuh pun yang kau tinggalkan
Kala engkau sedang lelah kaupun berani meninggalkan waktu sholat yang lain
Tidak inginkah engkau berubah seperti dulu lagi
Wahai saudariku yang dulu pernah aku anggap sebagai kakakku, sekarang aku tak bisa menembus duniamu
Diri ini selalu berharap agar jiwamu yang dulu akan kembali
Takutlah kepada Alloh, sebab hamba yang takut akan tinggal disurga bersama Ridho-Nya
Surga yang nikmatnya senantiasa kekal dan aroma wangi dimana-mana
Adapun pendurhaka akan mendapat neraka
Api membakar wajah dan seluruh raga
Kita menangis dan memang layak kita menangis agar Dia tidak menghukum kita atas segala dosa
Diri ini memang bukanlah manusia yang sempurna, tapi diri ini selalu berusaha mengingatkanmu wahai saudariku…karena kini kita telah benar-benar jauh. Aku hanya berharap bahwa suatu hari hidayah Alloh akan datang padamu dan engkau akan kembali lagi seperti dulu dan kita bisa bersama lagi. Kali ini mungkin diri ini benar-benar manusia yang sangat lemah karena hanya bisa mendoakanmu agar engkau segera berubah. Karena bagaimanapun diri ini sudah berusaha menegurmu juga menasehatimu tapi kau pun hanya menganggapku sebagai angin yang hanya berlalu.
Tulisan ini khusus aku buat untuk engkau wahai saudariku, semoga suatu hari engkau bisa membaca semua ini…semoga engkau bisa kembali ke dirimu yang berjalan pada hanifnya ajaran-Nya..
Sabtu, 01 Mei 2010
bismillah...
lembaran baru akan terus dibuka..
waktu terus berjalan sedang umur terus bertambah..
setiap perkara telah diputuskan dan takdir telah ditetapkan,...
"sekali-kali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan Alloh kepada kami."
*** *** ***
setiap yang hilang pasti akan ketemu
ganti itu dari Alloh...
dalam kesesatan akan datang petunjuk, dalam kesulitan ada kemudahan, dan
setiap kegelapan akan terang benderang..
setiap TANGISAN akan berujung dengan SENYUMAN
ketakutan akan berakhir dengan rasa aman,
dan kegelisahan akan sirn aoleh kedamaian..
karena itu jangan pernah merasa terhimpit sejengkalpun,karena setiap keadaan pasti akan berubah..
Dan sebaik-baik ibadah adalah menanti dengan SABAR.....
Jumat, 30 Oktober 2009
FeNomEna Tak terbayang
terukir sikap yang begitu jelas setelah dibuka...dan telah teramati dalam bayang maya siapakah sebenarnya dalam dunia nyatanya???akankah sama apa yang dikata dan dibuat dengan bayang maya yang terbelit dan menjiwai pemiliknya...dan alhamdulillah sudah terjawab semuanya...
sesungguhnya hanya orang yang mendapatkan hidayah Alloh yang bisa membedakannya, hingga JELAS batas " kebaikan dan keburukan " itu...
Ya Alloh yang Maha pengasih nan jua penyayang, Engkau adalah Maha dari segala Maha...betapa indahnya nikmat iman yang Engkau anugerahkan ini hingga akhirnya hamba bisa keluar dari bayang maya yang selama ini membelit...Alhamdulillah sesuatu yang tak lebih berguna dari Al-Qur'an itu bisa dikesampingkan dan tetap memprioritaskan Al-Qur'an sebagai yang "wahid"...
semoga Alloh akan selalu mendampingi hamba ke persinggahan terakhir menuju jalan-Mu...
sesungguhnya telah jelas terlihat mana yang halal dan yang haram..sesuatu di dunia yang tak mendatangkan manfaat kini telah sedang mengakar ke jiwa-jiwa penghuni bumi ini...mungkin memang tak usah disebut apa yang termaktub sebenarnya dalam tulisan ini...InsyaAlloh jika berakal akan memikirkan dan merenungkannya...
dalam nyata yang memiliki pribadi yang berbeda dengan dunia mayanya...
seakan memang baik ataukah memang benar-benar baik....wallohu a'lam, hanya Alloh yang mengetahui apa yang terbesit dihati pemiliknya...
Ya Robb jika seandainya hati ini berbalik maka tetapkanlah hamba pada Agama-Mu....karena sesungguhnya qolb ini ada diantara dua jari-Mu, hanya Engkaulah yang bisa membaliknya...
Sabtu, 17 Oktober 2009
MereBahKaN 'Ain SejenaK....
melangkah dalam hari yang bertema "FANA" butuh suatu pegangan kuat agar selalu berada dalam ajaran Hanif-Nya ...mensepikan malam dalam keramaian malam bukanlah suatu yang mudah...
saat terindah kala sang 'Ain yang direbahkan bisa tersentak bangun untuk menghadiri pertemuan setiap 1/3 malam terakhir dengan-Nya...untuk selalu berkholwat dengan-Nya dan bermunajat pada-Nya tuk mengharap bisa berUzlah dari "penyakit Hati" dan "pemahaman akal" yang menjauhkan dari kebaikan tuk bisa mencapai keselamatan...
Semua karya hidup yang dibuat akan dipresentasikan pada saat datangnya hari itu...
semoga bekal hidup menjadi berguna...
jauhkanlah sang 'Ain ini dari perbuatan melihat yang mendekati zina ya Robb..
dan lisan dari "ucapan" yang mendekati zina...
dan kaki dari "melangkah" yang mendekati zina...
dan tangan dari "memegang" yang mendekati zina...
dan hati dari berkeinginan dan mengharap yang mendekati zina...
dan dari kemaluan yang membenarkannya ...
lindungilah kami ya Robb...
"Sungguh indah kehidupan kaum mukmin itu, segala urusannya baik baginya & itu hanya dimilki oleh mereka. Jika urusannya menyenangkannya, dia akan bersyukur, maka itu baik baginya. jika dia ditimpa kesusahan, dia akan bersabar, maka itu baik baginya."
(HR. Muslim)
"KehendakNyalah yang terbaik, RencanaNya yang terindah, dan ketetapanNyalah yang paling adil"...semoga tetap selalu bisa menghiasi diri dengan selalu bersyukur Pada-Nya...
semoga selalu tetap bisa istiqomah dalam hanifnya Ajaran-Mu...meski disaat 'Ain ini direbahkan kami berharap hanya Engkaulah yang ada dihati...
Tuntunlah kami pada kebenaran Din-Mu...
menjadi insan yang mudah nmenerima hidayah dan petunjuk dariMu,
buka lebarlah Bashiroh kami tentang ajaran-Mu...untuk selalu bisa menTuhidkan-Mu...
hilangkanlah segala bentuk penyakit hati dari nafs dan qalb ini ya Robb...
Yang Maha Pembolak Balik Qolb..tetapkanlah hati hamba pada Din-Mu...
Senin, 31 Agustus 2009
SERPIHAN HATI YANG BERUCAP...
saat mata terbuka...hamba mengharap nafas kebaikan masih bisa melekat dalam diri...ketika hati berbalik semoga tetap bisa berada pada jariMu ya Rabb...malam ini "subhanalloh" benar-benar indah...TAPI,,
sesaat ingin meratap karena benar-benar merasa menjadi insan yang tak berguna,,,dikala kemungkaran didepan mata kenapa tidak bisa mencegah semua ini...lisan mengingatkan dengan baik tapi kenapa tak ada kata menghiraukan dari yang diingatkan...benar-benar dianggap sebagai angin lalu yang berhembus disekitarnya...semoga yang diingatkan cepat segera tersadar...hati beristighfar semoga benar2 diampuni karena sudah tidak bisa mengingatkan lagi...
benar-benar sudah parah hampir hanya dengan Do'a saja untuk bisa mengingatkan pada yang sedang diingatkan...Alloh lebih tahu atas semua ini...semoga Alloh benar2 bisa mengampuni dan membawa "pelakunya" ke jalan yang lebih mulia dari sekarang...
tapi jika sudah berada didepan mata seakan benar-benar ada yang kurang bila yang bisa mengingatkan tidak mengingatkan...
tapi apa daya bila yang diingatkan sudah tak menghirau...semoga Alloh selalu memberikan "nurillah" atas segala kemungkaran yang diperbuat oleh pelakunya...
semoga bisa tahan dengan semua ini dan tetap bisa berpegang pada din-Mu Ya Robb...
Allohu Robbi yang Maha Mulia...yang bisa membolak-balik hati manusia tetapkanlah hamba pada Din-mu dan tetap bisa berjalan di kebajikan...berilah petunjuk pada hati seseorang "pelaku tersebut"yang sudah tergores kemungkaran dihatinya...Alloh benar-benar bantu hamba untuk bisa mengubahnya, "pelaku tersebut" untuk bisa menjadi lebih baik...
memang hamba bukan sebaik-baik manusia dan sesempurna manusia tapi hamba berusaha untuk menyajikan suatu kebajikan pada "pelakunya" meski tanpa dihiraukan lisan ini berucap...semoga tetap bisa bertahan...
Ya Alloh sesungguhnya hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui bahwa hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah kepada-Mu, bertemu untuk ta'at kepadaMu, bersatu dalam rangka menyeru(dijalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela Syari'at-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertalian ini...semoga hamba tetap bisa terus berjalan dalan Din-Mu ya Robbii...
Selasa, 25 Agustus 2009
Arti Ucapan Salam dgn Singkatan ; Ass...
Ucapan ”Assalamu’alaikum”, السلام عليكم, merupakan anjuran agama, dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo’akan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR Muslim dari Abi Hurairah]
Saya seringkali menerima sms atau e-mail dari beberapa kawan dan juga beberapa ustadz yang mengawali salamnya dengan singkatan. Singkatannya pun macam-macam. Ada yang singkat seperti "Asw" atau "Aslm". Ada yang sedikit lebih panjang seperti ; “Ass Wr Wb” atau “Aslmwrwb” . Namun yang sering saya dapatkan, adalah singkatan "Ass". Singkatan terakhir ini paling umum dan paling sering digunakan. Bagi saya, ini adalah singkatan yang tidak enak untuk dibaca, terlebih kalau mengerti artinya.
Marilah kita simak singkatan ini. Dalam kamus linguistik yang saya punya, arti dari kata Ass yang berasal dari bahasa Inggris itu adalah sebagai berikut;
“Ass” berarti: Pertama, kb. (animal) yang artinya keledai. Kedua, orang yang bodoh. Don't be a silly (Janganlah sebodoh itu). Dan ketiga, Vlug (pantat).
Padahal seperti kita ketahui ucapan Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh adalah sebuah ucapan salam sekaligus doa yang kita tujukan kepada orang lain. Ucapan salam dalam Islam sesungguhnya merupakan do’a seorang Muslim terhadap saudara Muslim yang lain. Maka, apabila kita mengucap salam dengan hanya menuliskan "Ass", secara tidak sadar mungkin kita malah mendoakan hal yang buruk terhadap saudara kita.
Kita paham, mungkin banyak orang diantara kita cukup sibuk dan ingin cepat buru-buru menulis pesan. Barangkali, singkatan itu bisa mempercepat pekerjaan. Karena itu, penulis menyarankan, jika memang keadaan sedang tidak memungkinkan untuk menulis salam lewat SMS dengan kalimat lengkap karena sedang menyetir di jalan, misalnya, solusinya cukup mudah adalah menulis pesan to the point saja. Tulislah “met pagi, met siang, met malam dan seterusnya. Ini masih lebih baik dibandingkan kita harus memaksakan diri menggunakan singkatan dari doa keselamatan Assalamu'alaikum menjadi "Ass" (pantat).
Jangan sampai awalnya kita ingin menyampaikan doa keselamatan yang terjadi justeru sebaliknya, mendoakan keburukan. Kalau boleh saya mengistilahkah, niat baik ingin berdoa, jadinya malah ucapan kotor.
Ucapan salam adalah ucapan penghormatan dan doa. Apabila kita dihormati dengan suatu penghormatan maka seharusnya kita membalas dengan sebuah penghormatan pula yang lebih baik, atau minimal, balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.
Hasa saja, kalau kita mengganti ucapan kalimat salam arti awalnya sangat mulia, maka, yang terjadi adalah sebaliknya, salah dan bisa-bisa menjadi umpatan kotor.
Karena itu, jika tidak berhati-hati, mengganggati ucapan Assalamu’alaikum (Semoga sejahtera atasmu) dengan menyingkatnya menjadi “Ass” (pantat), ini mirip dengan mengganti doa yang baik dengan mengganti dengan bahasa jalanan orang Jakarta, yang artinya kira-kira, berubah arti menjadi (maaf) “Pantat Lu!”
Singkatan ala Rasulullah
Meski nampak sederhana, ucapan salam sudah diatur oleh agama kita (Islam). Ucapan Assalamu alaikum السلام عليكم dalam Bahasa Arab, digunakan oleh kaum Muslim. Salam ini adalah Sunnah Nabi Muhammad SAW, intinya untuk merekatkan ukhuwah Islamiyah umat Muslim di seluruh dunia. Mengucapkan salam, hukumnya adalah sunnah. Sedangkan bagi yang mendengarnya, wajib untuk menjawabnya. Itulah agama kita.
Sebelum Islam datang, orang Arab terbiasa menggunakan ungkapan-ungkapan salam yang lain, seperti Hayakallah. Artinya semoga Allah menjagamu tetap hidup. Namun ketika Islam datang, ucapan itu diganti menjadi Assalamu ‘alaikum. Artinya, semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa.
Ibnu Al-Arabi didalam kitabnya Al-Ahkamul Qur’an mengatakan, bahwa salam adalah salah satu ciri-ciri Allah SWT dan berarti "Semoga Allah menjadi Pelindungmu".
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata bahwa Rasul bersabda, “Kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman hingga kamu saling mencintai (karena Allah). Apakah kamu maujika aku tunjukkanpada satu perkara jika kamu kerjakan perkara itu maka kamu akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kamu!” (HR. Muslim)
Abu Umammah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Orang yang lebih dekat kepada Allah SWT adalah yang lebih dahulu memberi Salam.” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)
Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Salam adalah salah satu Asma Allah SWT yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan dihadapan Allah. Jika jama’ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam.” (Musnad Al Bazar, Al Mu’jam Al Kabir oleh At Tabrani)
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan Salam.” Allah SWT berfirman didalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86. Demikianlah Allah SWT memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik.
Bedanya agama kita dengan agama lain, setiap Muslim ketika mengucapkan salam kepada saudaranya, dia akan diganjar dengan kebaikan (pahala).
Dalam kaidah singkat menyingkat pun sudah diatur oleh Allah dan diajarkan kepada Rasulullah. Dalam suatu pertemuan bersama Rasulullah SAW, seorang sahabat datang dan melewati beliau sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum”. Rasulullah SAW lalu bersabda, “Orang ini mendapat 10 pahala kebaikan,” ujar beliau.
Tak lama kemudian datang lagi sahabat lain. Ia pun mengucapkan, “Assalamu‘alaikum Warahmatullah.” Kata Rasulullah SAW, “Orang ini mendapat 20 pahala kebaikan.” Kemudian lewat lagi seorang sahabat lain sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum warahmatullah wa baraokatuh.” Rasulullah pun bersabda, “Ia mendapat 30 pahala kebaikan.” [HR. Ibnu Hibban dari Abi Hurairah].
Nah dari tiga singkatan itu silahkanAnda pilih yang mana yang Anda inginkan tanpa harus menyingkatnya sendiri yang justru bisa menghilangkan nilai pahalanya. Tentu saja, jangan Anda lupakan, tiga singkatan itu sudah rumus dari Nabi yang dipilihkan untuk kita.
Satu hal lagi yang perlu diingat adalah ketika kita menuliskan kata Assalamu'alaikum, perlu diperhatikan agar jangan sampai huruf L nya tertinggal sehingga menjadi Assaamu'alaikum.
Karena apa ? Diriwayatkan bahwa dahulu ada seorang Yahudi yang memberi salam kepada Nabi dengan ucapan "Assaamu 'alaika ya Muhammad" (Semoga kematian dilimpahkan kepadamu).
Dan kata assaamu ini artinya kematian. Kata ini adalah plesetan dari "Assalaamu 'alaikum". Maka nabi berkata, "Kalau orang kafir mengatakan padamu assaamu 'alaikum, maka jawablah dengan wa 'alaikum (Dan semoga atas kalian pula)." [HR. Bukhari]
Tulisan ini, mungkin nampak sederhana. Meski sederhana, dampaknya cukup besar. Boleh jadi, kita belum pernah membayangkannya selama ini. Nah, setelah ini, sebaiknya alangkah lebih baik jika memulai kembali menyempurnakan salam kepada saudara kita. Tapi andaikata memang kondisi tak memungkinkan, sebaiknya, pilihlah singkatan yang sudah dipilihkan Nabi kita Muhammad SAW tadi. Mungkin Anda agak capek sedikit tidak apa-apa, sementara sedikit capek, 30 pahala kebaikan telah kita kantongi. [indra yogiswara,tinggal di Jakarta/www.hidayatullah.com]
Sabtu, 08 Agustus 2009
Surat dari Iblis Laknatulloh

Surat dari Iblis Laknatulloh
Embun Taushiyah - 16 Maret 2004
Hai manusia yang tersayang,
Tadi malam waktu akan tidur, aku lihat engkau tidak memuji Alloh, tidak berselawat, tidak membaca Ayat Kursi dan Kulhu. Ini bagus sekali kerana waktu akan tidur adalah waktu untuk tidur, bukan untuk membaca Al-Qur'an. Sesungguhnya engkau tidak membuang-buang masa.
Pagi ini aku lihat engkau tidak bangun mengerjakan solat subuh. Bagus sekali ! Engkau telah membuktikan bahwa engkau adalah sahabatku yang budiman. Janganlah engkau susah-susah bangun dan memendekkan tidurnya. Tidurlah dengan nyenyak dan nyaman. Jangan hiraukan suara ayam berkokok yang mengejutkan engkau dari tidurmu. Bila subuh datang menjelang, udara masih dingin, tariklah selimutmu dan tidurlah sayangku seperti puteri kayangan.
Aku lihat engkau jarang-jarang mengambil wudhu'. Ini bagus sekali kerana engkau tidak membazirkan air dan tidak meninggikan water bill rumahmu. Aku lihat engkau tak pernah membaca Bismillah sewaktu akan makan. Ini bagus,kerana engkau tidak memenatkan mulutmu. Dan bila sudah kenyang, engkau tak pernah menyebut Alhamdulillah. Ini bagus juga. Cukuplah engkau sendawa kuat-kuat seperti lembu.
Hai manusia yang kucintai,
Semalam ada seorang peminta sedekah datang ke rumahmu. Engkau menghalau dia suruh pergi tanpa engkau memberikan duit sesen ataupun seteguk air. Ini sangat bagus dan terpuji, kerana engkau tidak membuang-buang duit dan tak membazirkan rezekimu yang melempah-ruah yang diberi Alloh kepadamu. Engkau seorang yang jimat cermat. Biarlah rezeki engkau untuk kegunaan engkau seorang, untuk menonton wayang, berholiday di Genting dan membeli kemewahan-kemewahan dunia.
Aku lihat bila engkau bertemu dengan sahabat handaimu, engkau tidak mengucapkan Assalamualaikum. Engkau mengucapkan "Hi Everybody!" Ini bagus juga kerana engkau menunjukkan bahwa engkau mengerti adab resam orang kafir dan engkau mengerti bahasa Inggeris. Tak perlu engkau belajar membaca bahasa Arab kerana ini bukan bahasa antara-bangsa.Engkau telah membuktikan bahwa engkau dan aku adalah sahabat sejati. Sudah tentu engkau adalah seorang yang budiman kepada kaumku.
Duhai manusia,
Di sepanjang Ramadhan ini, telah lemah seleruh urat sendiku,telah terbakar seluruh jasadku,merintih ku kesakitan, bila setiap kali ku lihat hamba-hambaNya yang penat berpuasa di malam hari dan menghabiskan waktu malam dengan bertarawih, berdzikir dan merintih mengenang dosa-dosanya yang lepas,kerana pintu taubat telah dibuka oleh ALLOH dengan seluas-luasnya...Namun, aku tetap gembira kerana ada diantara kalian yang masih sudi menjadi temanku..melepaskan peluang rahmat ALLOH dengan mengucap perkataan yang sia-sia, mengumpat, tidak bertarawih, malah mencipta persengketaan..aduhai tubuh badanku yang terbelenggu telah segar kembali...cukuplah NAFSU manusia sendiri menjadi penyambung tugasku di sepanjang bulan yang dirahmati ini...Di akhirat nanti, engkau dan aku dapat berjalan bersama-sama .... kita berpegang-tangan menuju Neraka Jahannam.
Sahabatmu Yang Tercinta,
Iblis Laknatulloh
Semoga mendapat pelajaran dari surat tadi
Jazakumulloh khiron katsiron

Masalah : waktu sholat isya'.
Pendapat Syaikh al-Albani
Waktu sholat isya' terbentang sampai tengah malam saja. Pendapat inilah yang benar, dan oleh karenanya Imam Syaukani memilih pendapat ini sebagaimana tercantum dalam 'Ad Duraru al Bahiyah ' dengan mengatakan:
'( ..... Akhir dari waktu isya adalah tengah malam).' Pendapat ini juga diikuti oleh Shadiq Hasan Khan.
Tamaamu al-Minnah hal.142
Masalah: Sholat fajar yang paling afdhal di akhir malam.
Pendapat Syaikh al-Albani:
Waktu yang paling afdhal untuk sholat fajar adalah akhir malam,dan hal ini yang selalu dibiasakan oleh Rasulullah saw selama hidupnya sebagaimana tertera dalam hadits shahih. Dan waktu ini disunnahkan ketika hendak bepergian. Inilah maksud dari sabda Rasulullah :" Bepergianlah ketika waktu fajar sebab waktu itu akan
mendatangkan pahala yang agung."
Hadts shahih yang dikeluarkan oleh al-Bazzar dan kitab 'Sunan'' yang telah ditakhrij dalam kitab 'al-Misykat' (614) dan 'al-Irwa' (258).
Tamaamu al-Minnah hal. 292
Masalah : Akhir waktu sholat Ashar.
Pendapat Syaikh al-Albani:
Akhir sholat ashar adalah ketika cahaya matahari telah menguning,dan sudah hilangnya sinar matahari yang mula-mula tampak pertama kali. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw: "Barang siapa mendapati satu rakaat sholat ashar sebelum tenggelamnya matahari, maka ia telah mendapatkan sholat (ashar)." Mutafaq Alaih,
ini pendapatnya jumhur.
Tetapi tidak boleh mengakhirkan sholat ashar hingga nampak cahaya kekuning-kuningan sebelum tenggelamnya matahari, kecuali karena udzur, berdasarkan sabda Rasulullah saw:
"Demikian itu adalah sholatnya orang munafik, dia duduk menunggu matahari sampai ketika matahari di atas dua tanduk syetan, maka ia mematuknya empat kali, dan tidaklah ia dzikir kepada Allah kecuali dalam waktu sebentar." Diriwayatkan oleh Jama'ah kecuali Bhukari dan Ibnu Majah.
ats-Tsamaru al-Mustathab (1/59)
Masalah : Apakah sholat wustha itu.
Pendapat Syaikh al-Albani:
Yang dinamakan sholat wustha adalah sholat ashar berdasarkan sabda Rasulullah pada perang Ahdzab: "Semoga Allah memenuhi kubur dan rumah mereka dengan api, karena mereka telah melalaikan kami dari sholat al-Wustha hingga matahari tenggelam." Muttafaq 'alaih. Dan dalam riwayat Muslim, Ahmad-Dan Abu Daud; "mereka telah melalaikan kami dari sholat al-Wustha, yaitu sholat Ashar." Ini merupakan pendapat mayoritas ulama dari kalangan sahabat Nabi saw dan lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Tirmidzi (1/342)
ats-Tsamaru al-Mustathab (1/59)